Gempa Aceh, Cut Meyriska Berharap Keluarganya Baik-baik Saja

Posted on

Hari ini, Rabu 7 Desember 2016 pukul 05.03 WIB telah terjadi sebuah gempa di Aceh. Gempa ini sendiri sempat membuat banyak warga Indonesia merasa panik. Salah seorang yang juga merasa was was akan bencana ini adalah Cut Meyriska. Betapa tidak, dirinya merupakan perempuan yang terlahir di Aceh dan sudah pastinya keluarga besarnya ada di Aceh. Dirinya pun berharap agar keluarganya di Aceh baik-baik saja akan bencana ini.

cut-meyriska-600x600

Saat ini, memang keluarga besar dari Cut Meyriska masih banyak yang bertempat tinggal di Aceh. Alhasil saat terjadi sebuah gempa yang berkekuatan 6.4 SR di 18 km Timur Laut kabupaten  Pidie Jaya. Anggota keluarga artis tersebut yang tinggal memang berdekatan dengan kabupaten tersebut turut merasakan bagaimana kuatnya kekuatan gempa. Mereka pun berhamburan keluar rumah dan berharap agar tidak akan terjadi lagi bencana susula yang lebih dahsyat yakni Tsunami.

“Alhamdulillah aman. Karena dari rumah nenek jaraknya setengah jam, di Pidie Sigli. Semua keluarga panik di sana, pada keluar rumah semua. Guncangannya berasa banget, pada keluar rumah semua, takut ada gempa susulan,” tutur bintang sinetron ‘Anak Jalanan’ ini dilansir Vivanews (7/12).

Chika sendiri merasa khawatir akan kondisi keluarganya terutama sang nenek. Sang nenek sendiri masih enggan untuk meninggalkan Aceh untuk tinggal di Jakarta. Beliau lebih memilih menetap di tanah kelahirannya tersebut meski apapun nanti yang akan terjadi.

“Nenek enggak mau ke mana-mana lagi. Enggak mau ninggalin rumahnya, karena dekat masjid,” sambung Chika.

Chika paggilan dari Cut Meyriska hanya berharap agar nantinya tidak akan ada lagi gempa susulan yang mendera kampung halamannya tersebut. Saat ini, dirinya pun merasa menyesal karena tidak bisa berkunjung ke kampung halamannya tersebut karena memang padatnya jadwal.

“Semoga tidak terjadi lagi gempa susulan. Kasihan nenek sudah tua harus lari-lari keluar rumah. Aku lagi syuting, jadwal padet banget. Jadi belum tahu (kapan ke Aceh),” simpulnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *